Ini Alasan Google Usung Nama Oreo sebagai Brand Terbarunya

Ini Alasan Google Usung Nama Oreo sebagai Brand Terbarunya – Di tahun 2017 ini, kita dikenalkan dengan versi Android terbaru yang bernama Oreo. Seperti dugaan banyak orang, Google android selama ini memang punya penampilan yang unik. Mereka lebih mengutamakan proses agar lebih dikenal oleh banyak pengguna. Kesederhanaan mulai dari nama hingga penggunaan pun jadi prioritas utama. Oleh karena itu, ia menggunakan nama-nama yang mudah diingat.

Ada Android Cupcake, Donut, Eclair, Froyo, Gingerbread, Honeycomb, Ice Cream, Jelly Bean, Kitkat, Lollipop, Marshmallow, hingga Nougat. Kenapa memakai nama makanan sebagai brand resmi Android, ya? Cuma ada dua huruf Alfabet awal yang tidak ikutan disebut. Huruf A dan B. Ada alasan kenapa versi 1.0 tidak diberi nama: karena kekurangan program (kata seorang developer, bernama Jean-Baptise).

Sebenarnya sebelum rilis nama resmi untuk versi Android terbaru, orang-orang sudah menebaknya. Salah satu tebak itu memang oreo. Yang lain oatmeal. Google sendiri baru membuka rahasia penamaan versi terbarunya setelah terjadi Gerhana Matahari di New York. Mengenai motifnya belum ada yang tahun. Tapi kalau dari segi gerak-geriknya, orang menilai Google menunggu waktu yang pas untuk memperkenalkan versi Android terbarunya ini ke publik.

Google tidak membayar siapa pun untuk proses penamaan sistem operasi Android. “Itu branding yang murni sebagai upaya keterjalinan dengan mitra dan pengguna,” kata Valerie Moens. Sementara dari Google sendiri berkata, “Variasi untuk menciptakan brand secara global karena orang-orang banyak yang suka oreo dan Android.”

Brand memang hanya berkaitan dengan khalayak. Brand yang ribet dan tidak mudah diingat, tentunya lebih mudah tersingkir dari kepala setiap orang. Google memanfaatkan betul fakta ini. Buktinya, dari sekian versi Android, tetap saja ramai diminati. Bahkan ada yang menunggu-nunggu versi pembaharuan dan inovasi berikutnya karena nama sistem operasinya berseri. Seperti seri pada film, kita tidak berhenti dari rasa kepo.

Google memanfaatkan emosi dan pengalaman batin calon konsumen maupun pelanggan. Ada semacam daya kejut yang bikin hati siapa pun bertanya-tanya. Tidak dari namanya saja, tapi juga fitur, dan lain-lain. Ilmu marketing seperti ini memang tengah ramai digunakan. Telah banyak buktinya kalau seseorang memakai teknik yang mudah viral ini, jumlah penjualannya akan meningkat drastis, tentunya dibarengi dengan kualitas.

Kata Direktur Pemasaran Produk Google Android, Sagar Kamdar mengatakan bahwa pengguna Android baru bisa menikmati versi Android Oreo pada akhir tahun 2017, lewat pihak ketiga. Sedangkan saat ini hanya tersedia untuk pada developer Android. Tinggal tunggu saja apa yang terjadi selanjutnya.

Leave a Reply